Pernapasan dalam Lambat (Slow Deep Breathing) sebagai Strategi Manajemen Gejala untuk Mengatasi Kelelahan (Fatigue) pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis

Authors

  • Gina Maydinah Institut Teknologi dan Kesehatan Mahardika
  • Lily Wahyuni Romadhon Institut Teknologi dan Kesehatan Mahardika
  • Citra Setyo Dwi Andhini Institut Teknologi dan Kesehatan Mahardika

DOI:

https://doi.org/10.62027/praba.v4i1.865

Keywords:

Chronic Kidney Disease, Fatigue, Haemodialysis, Non-Pharmacological Therapy, Slow Deep Breathing.

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a chronic kidney condition characterized by progressive and irreversible decline in kidney function. CKD patients undergoing hemodialysis often experience fatigue due to anemia, accumulation of uremic toxins, and the prolonged duration of the hemodialysis process. Unresolved fatigue can reduce quality of life and the ability to perform daily activities. One nonpharmacological intervention that can be used to address fatigue is slow deep breathing therapy. The purpose of this study was to determine the application of slow deep breathing in CKD patients undergoing hemodialysis. This study used a qualitative approach, specifically a case study with a nursing care approach. The study subjects were two CKD patients. The therapy was administered using slow deep breathing techniques for 5 minutes, with 1–3 cycles, over three sessions. Data collection methods included interviews and observations. Data collection instruments comprised nursing assessment forms, head-to-toe physical examinations, and supporting data.  After providing nursing care interventions over three sessions to the two patients, the results showed a reduction in complaints of weakness and fatigue; the patients appeared more relaxed and comfortable, and were better able to perform light activities.Slow deep breathing therapy as a nonpharmacological intervention to help reduce fatigue in CKD patients undergoing hemodialysis

References

Aditama, Kusumajaya, & F. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6 (1), 109–120.

Akbarudin, MK, & Retnaningsih, D. (2025). Penerapan pernapasan dalam yang lambat terhakelelahan ) pada pasien gagal ginjal kronis di ruang hemodialisa. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2 (2),

Al Maimani, Y., Elias, F., Al Salmi, I., Aboshakra, A., Alla, MA, & Hannawi, S. (2021). Kenaikan berat badan interdialitik pada pasien hemodialisis: rawat inap yang lebih buruk dan hipotensi intradialitik. Membuka, 156–170. https://doi.org/10.4236/ojneph.2021.11

Ariga Asmara, R. (2020). BukuCV Budi Utama.

Ilahia, MI, & Pranata, S. (2025). Pendekatan komplementer dalam mengelola kelelahan pada pasien chro(CKD) paska prosedur hemodialisis: Tinjauan lingkupJurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu, 2 (5), 297–308.

KDIGO. (2024). Praktik klinis. Kidney International, 105 (4). https://doi.org/10.1016/S0085-2538(24)00110-8

Lenggogeni, PD (2023). Edukasi dan manajemen mandiri pasien hemodialisa . CV Mitra Pendidikan Negeri.

Marni, L., Asmaria, M., & Yessi, H. (2020). Penatalaksanaan asuhan keperawatan pada pasien penyakit ginjal kronis di ruang Mawar Aisyah Pariaman (hlm. 325–330). https://jurnal.syedzasaintika.ac.id

Mufaj, EN, Fitri, SURA, & Pebrianti, S. (2024). Penerapan pernapasan dalam yang lambat untuk menurunkan keletihan pada pasien penyakit ginjal kronik : Studi kasus. Jurnal Medika Nusantara, 2 (3), 63–76.

Nazaruddin, Indriani, C., Noviyanti, SEKARANG, dkk. (2025). Meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik: Intervensi CBT berbasis tools Beck Depression Inventory . Penerbit Buku Sonpedi

Nissa, oke (nd). Pengaruh slow deep breath terhadap penurunan tingkat kelelahan (kelelahan) pada pasien penyakit ginjal kronik (CKD) di ruang Melati Timur RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro.

Parker Gregg, L., Bossola, M., Ostrosky-Frid, M., & Hedayati, SS (2021). Epidemiologi, patofisiologi, dan pengobatan CKD. Jurnal Klinis American Society of Nephrol.(9), 1445–1455. https://doi.org/10.2215/CJN.19891220

Perkumpulan Perawat Nasional Indonesia. (2017). Diagnosis standar pembedahan di Indonesia(Edisi 1, Cetakan III

Perkumpulan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar intervensi pembedahan di Indonesia(Edisi 1, Cetakan

Perkumpulan Perawat Nasional Indonesia. (2019). Standar lu(Ed

Pertiwi, RA, & Prihati, DR (2020). Penerapan pernapasan dalam yang lambat untuk menurunkan keletihan pada pasien gagal ginjal kronis. Jurnal(1), 14–19.

Prastiwi, F. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan pada penyakit ginjal kronis.

Pusat Data dan Informasi Kesehatan. (2024). Profil kesehatan Indonesia tahun 2024 . Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Putri, SI, Dewi, TK, & Ludiana, L. (2023). Penerapan pernapasan dalam yang lambat terhadap kelelahan ( kelelahan ) pada pasien gagal ginjal kronik di ruang HD RSUD Jenderal AhmaJurnal Cendikia Muda, 3 (2), 291–299.

Ratnasari, PMD, Yani, KLPA, & Arini, HD (2022). Analisis jumlah pemberian obat antihipertensi dengan kepatuhan minum obat pada penyakit ginjal stadium akhir. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 8 (1), 78–89. https://doi.org/10.31603/pharmacy.v8i1.5611

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Gina Maydinah, Lily Wahyuni Romadhon, & Citra Setyo Dwi Andhini. (2026). Pernapasan dalam Lambat (Slow Deep Breathing) sebagai Strategi Manajemen Gejala untuk Mengatasi Kelelahan (Fatigue) pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis. Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 4(1), 209–220. https://doi.org/10.62027/praba.v4i1.865

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.