Pengaruh Pemberian Rebusan Air Teh Daun Kelor Dan Edukasi Gaya Hidup Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Perbaungan
DOI:
https://doi.org/10.62027/praba.v4i2.923Keywords:
Hypertension, Moringa oleifera, Moringa Leaf Tea Decoction, Lifestyle Education, Blood PressureAbstract
Hypertension is a non-communicable disease characterized by a persistent increase in blood pressure with a systolic value ≥140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg, and represents one of the leading causes of premature death worldwide. According to WHO (2023), 33% of the world's population suffers from hypertension, while the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) recorded hypertension as the highest risk factor for mortality at 10.2%. At Puskesmas Perbaungan, 1,327 hypertensive patients were recorded in 2025. Non-pharmacological interventions such as Moringa oleifera leaf tea decoction—rich in antioxidants, potassium, magnesium, and anti-inflammatory compounds—combined with lifestyle education are considered an affordable and accessible complementary approach in blood pressure management. This study aimed to determine the effect of Moringa leaf tea decoction and lifestyle education on blood pressure reduction in hypertensive patients at Puskesmas Perbaungan, Serdang Bedagai Regency. This was a quantitative quasi-experimental study with a pre-test and post-test with control group design. Sampling used purposive sampling with a total of 60 respondents divided into an intervention group (n=30) and a control group (n=30). The intervention group received Moringa leaf tea decoction combined with lifestyle education, while the control group received no intervention. Blood pressure was measured using a sphygmomanometer before and after intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test at a 95% confidence level. Results showed that in the intervention group, the mean systolic blood pressure decreased from 160.53 mmHg to 147.23 mmHg (a reduction of 13.30 mmHg), and the mean diastolic blood pressure decreased from 96.33 mmHg to 87.90 mmHg (a reduction of 8.43 mmHg). The Wilcoxon test showed p-value = 0.02 for systolic (Z = -3.051) and p-value = 0.00 for diastolic (Z = -3.501), both below the significance level of 0.05. The control group showed no significant change (p = 0.46). It is concluded that the combined administration of Moringa leaf tea decoction and lifestyle education significantly reduced both systolic and diastolic blood pressure in hypertensive patients. This intervention is recommended as a safe, affordable, and evidence-based complementary therapy in hypertension management at the primary health care level.
References
Alverina, C., dkk. (2016). Pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap sel kardiomosit pada tikus putih (Rattus norvegicus strain Wistar) dengan diet aterogenik. Vol. 12 No. 1.
American Heart Association. (2018). Hypertension guideline. American Heart Association.
Anam, K. (2016). Gaya hidup sehat mencegah penyakit hipertensi. Jurnal Langsat, 3(2).
Anastasya, E. J., Debora, O., Ariesti, E., & Secsaria, F. (2023). Perbandingan pemberian edukasi menggunakan media leaflet dan media video terhadap tingkat pemahaman penderita hipertensi tentang diet DASH. Jurnal Keperawatan Malang, 8(2), 465–473.
Angelina, C., Swasti, Y. R., & Pranata, F. S. (2021). Peningkatan nilai gizi produk pangan dengan penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera). Jurnal Agroteknologi, 15(1).
Anggraini, D., Putri, N. A., & Wibowo, A. (2022). Karakteristik penderita hipertensi dan kepatuhan minum obat di puskesmas wilayah kota Medan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 45–52.
Aulia, Safitri, & Adi. (2021). Terapi herbal untuk hipertensi.
Dhafir, F., & Laenggeng, H. (2020). Kandungan kalsium (Ca) dan zat besi (Fe) daun kelor (Moringa oleifera). Jurnal Kreatif Online, 8(1), 153–158.
Diana, T. S., & Hastono, S. P. (2023). Pengaruh gaya hidup terhadap hipertensi pada remaja: Literature review. Faletehan Health Journal, 10(02), 169–177.
Ferry. (2023). Manfaat nutrisi daun kelor untuk kesehatan.
Hardiyanthi, F. (2015). Pemanfaatan aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dalam sediaan hand and body cream.
Hidayat, S., Hasanah, L., & Susantin, D. H. (2018). Pengaruh rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Wiraraja Medika: Jurnal Kesehatan, 8(2), 14–21.
Kelor, R. D. (2019). Pengaruh pemberian rebusan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(1), 24.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Hipertensi penyakit paling banyak diidap masyarakat.
Kementerian Kesehatan RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2013). Riset Kesehatan Dasar.
Kementerian Kesehatan RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Hasil Riskesdas 2018.
Kemenkes RI. (2021). Info data dan informasi: Hipertensi. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Krisnaldi. (2015). Pemanfaatan daun kelor sebagai anti kolesterol, anti inflamasi, anti tumor, dan penurun tekanan darah.
Kurniasih. (2016). Khasiat dan manfaat daun kelor untuk penyembuhan berbagai penyakit. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Lukitaningtyas, D., & Cahyono, E. A. (2023). Hipertensi: Artikel review. Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 2(2), 100–117.
Musliana & Meutia, N. (2022). Hubungan faktor-faktor gaya hidup dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 21(1).
Nugroho, W. (2020). Gambar rebusan daun kelor untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Sukoharjo. Jurnal Keperawatan GSH, 6(1).
Nurlaela, H., Suhadiyah, S., Johannes, E., & Hasyim, Z. (2015). Uji efektivitas ekstrak daun kelor Moringa oleifera Lamk. terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit Mus musculus L. JF FIK UINAM, 2(3), 115–120.
Perry, P., & Potter, P. A. (2005). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep, proses dan praktik.
Pikir, B., dkk. (2015). Hipertensi manajemen komprehensif. Surabaya: Airlangga University Press.
Rista, E., dkk. (2012). Asupan protein, lemak jenuh, natrium serat dan IMT terkait dengan tekanan darah pasien hipertensi di RSUD Tugurejo Semarang, 1, 21–29.
Ropika. (2020). Tanaman herbal penurun tekanan darah tinggi.
Sagita, S., Budiman, B., & Nurjanah, N. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit hipertensi di pengungsian wilayah kerja Puskesmas Kamonji. Jurnal Kolaboratif Sains, 2(1).
Santi, M. D. S., Yasa, G. T., & Nugraha, I. S. (2022). Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera Lam) sebagai bahan obat tradisional. Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan, 1(2), 161–164.
Sarinah, Dimas, Sri, Dian, & Ida. (2023). Definisi dan patofisiologi hipertensi.
Saras, T. (2022). Manfaat dan khasiat daun kelor untuk kesehatan. Tiram Media.
Sartika, W., & Suryarinilsih, Y. (2022). Daun kelor: Alternatif dalam meningkatkan hemoglobin remaja putri. Penerbit NEM.
Satrianawaty, dkk. (2019). Pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar kolesterol HDL tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar hiperglikemia dengan induksi aloksan. Hang Tuah Medical Journal, 17(1).
Sholihah, I., Majid, S. A., dkk. (2024). Edukasi tentang gaya hidup bagi penderita hipertensi di Car Free Day Alun-Alun Kabupaten Karanganyar. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(4), 7072–7078.
Suddarth, B. (2012). Buku ajar keperawatan medikal bedah: Konsep proses dan praktik.
Suiraoka. (2012). Faktor-faktor risiko hipertensi esensial.
Supardi. (2013). Metode riset keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kesehatan.
Susilo, Y., & Wulandari, A. (2018). Cara jitu mengatasi hipertensi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Telaumbanua, A. C., & Rahayu, Y. (2021). Penyuluhan dan edukasi tentang penyakit hipertensi. Jurnal Abdimas Saintika, 3(1), 119–124.
Wahyudi, I., & Nurhaedah. (2017). Ragam manfaat tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) bagi masyarakat. Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar, 14(1).
World Health Organization. (2021). Hypertension: Key facts. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
World Health Organization. (2023). Global report on hypertension. WHO.
Wulan, S. S., Pangesti, D. N., Nurani, R. D., & Khomsah, I. Y. (2023). Pengaruh rebusan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Journal of Mental Health Concerns, 2(2), 48–52.
Yanti, E. (2019). Pengaruh pemberian rebusan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. JIK: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(1).
Yulanda, G., & Lisiswanti, R. (2017). Penatalaksanaan hipertensi primer. Jurnal Majority, 6(1), 28–33.
Zebua, D., Sunarti, S., Harahap, A., Ningsih, F., Zalukhu, A. P. H., & Masrini, M. (2021). Rebusan daun kelor berpengaruh terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 3(2), 399–406.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




