Analisis Faktor Risiko Penyakit Low Back Pain Pada Petani Sayur Di Desa Raya Kabupaten Karo

Authors

  • Santy Deasy Siregar Universitas Prima Indonesia, Medan
  • Carla Vioren Ginting Universitas Prima Indonesia, Medan
  • Mika Trines Aulia Rajagukguk Universitas Prima Indonesia, Medan
  • Riky Suherman Simanjuntak Universitas Prima Indonesia, Medan
  • Eka Lolita Eliyanti Pakpahan Universitas Prima Indonesia, Medan

DOI:

https://doi.org/10.62027/vitamedica.v4i3.873

Keywords:

cross-sectional, ergonomics

Abstract

Low Back Pain (LBP) is one of the most common musculoskeletal disorders experienced by workers, including vegetable farmers in mountainous areas who repeatedly perform strenuous physical activities. Vegetable farmers in Desa Raya, Karo Regency face a high risk of LBP due to hilly working terrain, heavy lifting loads, non-ergonomic working positions, and long working hours. This study aimed to analyze the relationship between individual, ergonomic, and work environment risk factors and the incidence of LBP among vegetable farmers in Desa Raya, Karo Regency. This study used a quantitative approach with an analytical observational design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 96 respondents determined using the Lemeshow formula and an accidental sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test (Continuity Correction/Fisher's Exact Test) at a 95% confidence level. The results showed that of the 96 respondents, 73 (76.0%) reported LBP complaints. Significant associations were found between age (p=0.008) and length of employment (p=0.043) with the incidence of LBP, while sex showed no significant association (p=0.657). Ergonomic risk factors, namely working position (p=0.242), lifting load (p=0.147), and working duration (p=1.000), as well as work environment conditions (p=1.000), showed no statistically significant associations. This study recommends ergonomic interventions and occupational health education for vegetable farmers to reduce the risk of LBP.

References

Aprisandi, A., & Silaban, G. (2023). Analisis faktor penyebab tingkatan gangguan low back pain (LBP) pada pengrajin daun nipah di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan. Tropical Public Health Journal, 3(1), 1–7. https://doi.org/10.32734/trophico.v3i1.11338

Assegaf, A. N., Zakaria, D. S. G., Roebidin, R., & Pratiwi, S. (2025). Faktor keluhan low back pain (LBP) pada petani padi di Desa Buahkapas Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka. Indonesian Journal of Health Research Innovation, 2(3), 71–85.

Bantoro, R., Setyaningrum, R., & Wijayanti, R. (2024). Hubungan antara lama kerja, postur kerja dan jenis kelamin dengan kejadian low back pain pada pekerja weaving PT Apac Inti Corpora. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan.

Coenen, P. (2022). Manual lifting and back pain among Dutch agricultural workers. Scandinavian Journal of Work, Environment & Health, 48(3), 210–220.

GBD 2021 Low Back Pain Collaborators. (2023). Global, regional, and national burden of low back pain, 1990–2020, its attributable risk factors, and projections to 2050: A systematic analysis of the Global Burden of Disease Study 2021. The Lancet Rheumatology, 5(6), e316–e329. https://doi.org/10.1016/S2665-9913(23)00098-X

Guler, E., & Ozer, F. (2023). Effects of age, gender and modifiable risk factors on low back pain. Medicine Science: International Medical Journal, 12(1), 133. https://doi.org/10.5455/medscience.2022.11.244

Irawan, H., Fitriangga, A., & Raharjo, W. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan low back pain (LBP) pada pekerja bagian repair core PT X. Jurnal Cerebellum, 8(2), 23–30. https://doi.org/10.26418/jc.v8i2

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.

Mahendra, F. I., Rahmawati, Y. T., Sandhi, T. A. N., Nurayudha, C. S., & Wibowo, A. A. (2023). Identifikasi faktor risiko terjadinya low back pain pada industri suvenir Reog. CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal, 4(1).

Nadifatuzzahroh, N., Mutiadesi, W. P., & Nandaka, I. K. T. (2024). Hubungan usia dan masa kerja terhadap low back pain pada nelayan Kampung Tengah Desa Banyusangka, Kabupaten Bangkalan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat (JIKM), 16(2).

Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugraha, R. A., Widjaya, J. A. C., & Achsan, B. N. (2023). Analisis faktor risiko low back pain pada petani. CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal, 4(1). https://doi.org/10.37148/comphijournal.v4i1.132

Nurjannah, F., & Situngkir, D. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya low back pain pada karyawan bagian administrasi di PT X. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Pratama, R. B., Utomo, M. A., & Utama, W. T. (2026). Low back pain pada petani karet: Sebuah tinjauan pustaka. Medical Profession Journal of Lampung (MEDULA), 16, 63–68.

Rachmawati, S., Suryadi, I., & Pitanola, R. D. (2022). Low back pain: Based on age, working period and work posture. Jurnal Kesehatan Masyarakat (KEMAS), 17(2), 287–292. https://doi.org/10.15294/kemas.v17i2.26313

Rahmawaty, S., & Kurniawidjaja, L. (2022). Nyeri punggung bawah pada pekerja perkantoran: A systematic review. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan.

Rasmi, R. I. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian low back pain (LBP) pada petani di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Selatan. Jurnal Rasmi.

Riyanto, S., & Hatmawan, A. A. (2020). Metode riset penelitian kuantitatif penelitian di bidang manajemen, teknik, pendidikan dan eksperimen. Yogyakarta: DeePublish.

Rosa, A. F., Azkiyah, A. R., Sary, A. N., Arif, A., Angelia, I., Marsyah, F., & Masdalena. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya low back pain pada petani karet di Desa Tanah Periuk, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 15, 165–173.

Sarwono, B. (2023). Hubungan beban kerja petani padi dengan kejadian low back pain. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan.

Sedarmayanti. (2017). Perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia. Bandung: PT Refika Aditama.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suma'mur, P. K. (2014). Higiene perusahaan dan kesehatan kerja (hiperkes). Jakarta: Sagung Seto.

Tarwaka. (2015). Ergonomi industri: Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja. Surakarta: Harapan Press.

Training, E. H. S. E. C. (2024). Panduan umum manual handling (penanganan manual). Easindo.

World Health Organization. (2023). Low back pain fact sheet. Geneva: WHO.

Zuhroidah, I., Sujarwadi, M., & Toha, M. (2024). Latihan relaksasi otot progresif (lato-lato) upaya antisipasi cedera kronis sistem muskuloskeletal akibat kerja pada petani di wilayah agrikultur. Jurnal Keperawatan, 16(1), 171–176. https://doi.org/10.32583/keperawatan.v16i1.1529

Downloads

Published

2026-08-06

How to Cite

Santy Deasy Siregar, Carla Vioren Ginting, Mika Trines Aulia Rajagukguk, Riky Suherman Simanjuntak, & Eka Lolita Eliyanti Pakpahan. (2026). Analisis Faktor Risiko Penyakit Low Back Pain Pada Petani Sayur Di Desa Raya Kabupaten Karo. VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 4(3), 635–651. https://doi.org/10.62027/vitamedica.v4i3.873

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.