Analisis Kandungan Merkuri (Hg) Pada Sedimen Dan Ikan Di Teluk Totok Kabupaten Minahasa Tenggara

Authors

  • Amelia Wulan Palopak Universitas Sam Ratulangi
  • Sri Seprianto Maddusa Universitas Sam Ratulangi
  • Woodford B. S. Joseph Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.62027/vitamedica.v4i3.826

Keywords:

Mercury, Sediment, Fish, Environmental Contamination, Totok Bay

Abstract

Totok Bay is a coastal area affected by artisanal gold mining activities that have the potential to generate mercury (Hg) waste and contaminate the aquatic environment. Mercury can accumulate in sediments and aquatic organisms, posing potential health risks to humans through the food chain. This study aimed to determine mercury (Hg) concentrations in sediments and fish from Totok Bay, Southeast Minahasa Regency. A descriptive laboratory-based survey design was employed. The samples consisted of 16 sediment sampling points selected using purposive sampling and four commonly consumed fish species, namely cobia (Rachycentron canadum), bigeye trevally (Caranx sexfasciatus), Japanese threadfin bream (Nemipterus japonicus), and areolate grouper (Epinephelus areolatus). Mercury analysis was conducted at the Makassar Public Health Laboratory using the ICP-MS (Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry) method. The results were compared with the marine sediment quality standard of 0.41 mg/kg and the fish mercury standard of 0.5 mg/kg. The findings showed that 15 out of 16 sediment samples exceeded the permissible limit, with the highest concentration recorded at 6.8159 mg/kg, the lowest at 0.1425 mg/kg, and an average concentration of 2.121 mg/kg. In contrast, all fish samples contained mercury levels below the regulatory threshold, namely cobia <0.00003 mg/kg, bigeye trevally 0.1501 mg/kg, Japanese threadfin bream 0.0626 mg/kg, and areolate grouper 0.0401 mg/kg. It can be concluded that the sediments in Totok Bay have experienced significant mercury contamination, while mercury concentrations in fish remain within safe limits. Nevertheless, the presence of mercury in all fish samples indicates that mercury contamination has entered the aquatic food chain of the Totok Bay ecosystem.

References

Akili, R. H. (2021). Analisis dampak lingkungan kesehatan masyarakat. Major.

Azizah, M., & Maslahat, M. (2021). Kandungan logam berat timbal (Pb), kadmium (Cd), dan merkuri (Hg) di dalam tubuh ikan wader (Barbodes binotatus) dan air Sungai Cikaniki, Kabupaten Bogor. Limnotek: Perairan Darat Tropis di Indonesia, 28(2), 91–99. https://www.researchgate.net/publication/361721412

Badan Pusat Statistik Kabupaten Minahasa Tenggara. (2025). Kecamatan Ratatotok dalam angka 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Minahasa Tenggara. https://mitrakab.bps.go.id/en/publication/2025/09/26/44f95a3ff06b533738344545/kecamatan-ratatotok-dalam-angka-2025.html

Badan Standardisasi Nasional. (2009). SNI 7387:2009 batas maksimum cemaran logam berat dalam pangan. Badan Standardisasi Nasional. https://sertifikasibbia.com/upload/logam_berat.pdf

Bagia, M., Setiani, O., Raharjo, M., Joko, T., & Darundiati, Y. H. (2023). Hubungan pajanan merkuri dengan gejala neurologis pada penambang emas tradisional di Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(2), 145–152. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/view/50808

Caksana, M. U., Aritonang, A. B., Risko, M., Muliadi, & Sofiana, M. S. J. (2021). Analisis kandungan logam berat Pb, Cd dan Hg pada ikan di Pantai Samudra Indah Kabupaten Bengkayang. Jurnal Laut Khatulistiwa, 4(3), 114–120. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/lk/article/view/47696

Dewi, A. K., Harteman, E., & Ruthena, Y. (2024). Konsentrasi merkuri (Hg) dan timbal (Pb) dalam air dan sedimen Sungai Pujon di Desa Pujon Kabupaten Kapuas. Journal of Tropical Fisheries, 19(2), 10–18. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JTF/article/view/15540

Elfidasari, D. (2023). Pterygoplichthys pardalis dan potensinya sebagai agen bioremediasi cemaran logam berat di perairan. Karya Bakti Makmur Indonesia.

Elvince, R., & Firlianty. (2025). Kandungan merkuri (Hg) pada daging dan hati ikan baung (Mystus nemurus) yang tertangkap dari Danau Rigei Kelurahan Tumbang Tahai, Kota Palangka Raya. Aquatic Environment, 19(2), 74–83. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/aev/article/view/23775

Haryati, A., Prartono, T., & Hindarti, D. (2022). Konsentrasi merkuri (Hg) di sedimen perairan Cirebon, Jawa Barat pada musim peralihan timur. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 14(3), 325–336. https://doi.org/10.29244/jitkt.v14i3.33788

Husen, A. (2025). Pencemaran logam berat perairan laut. PT Kamiya Jaya Aquatic.

Irianti, T. T., Kuswandi, K., Nuranto, S., & Budiyatni, A. (2017). Logam berat dan kesehatan. Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.

Irsan, Y. T., Male, I., Ismail, S., Koto, R., Mangesa, N., Hadi, & Kasmawati. (2025). Logam berat merkuri (Hg): Penggunaannya pada pertambangan emas skala kecil (PESK) dan dampaknya terhadap ekosistem perairan. Deepublish Digital.

Krisdianto, Santoso, H. B., & Yunita, R. (2023). Biomonitoring logam berat di muara sungai menggunakan ikan sebagai bioindikator. Deepublish.

Mohamad, A., Mile, L., & Naiu, A. S. (2021). Evaluasi kandungan merkuri (Hg) pada beberapa ikan ekonomis penting di Desa Mopuya Kabupaten Bone Bolango. Nikè: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 9(4), 95–100. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/nike/article/view/12116

Mulyadi, I., Indrawijaya, B., & Adlin, I. A. (2025). Konsentrasi merkuri (Hg) pada sedimen amalgamasi yang dibuang ke badan air dari aktivitas penambangan emas tradisional di Desa Tambang Sawah Kabupaten Lebong. Jurnal Teknologi, 25(2), 183–191. https://e-jurnal.pnl.ac.id/teknologi/article/view/7509

Pinontoan, O. R., & Sumampouw, O. J. (2020). Toksikologi lingkungan: Kajian dalam kesehatan masyarakat. Deepublish.

Putra, I., Sufardi, S., Alvisyahrin, T., & Resdiar, A. (2021). Status merkuri pada aliran Sungai Krueng Sabee akibat limbah pengolahan emas di Kabupaten Aceh Jaya. Jurnal Agrotek Lestari, 7(2), 57–65. https://jurnal.utu.ac.id/jagrotek/article/view/5157

Rahmadani, & Alawiyah, T. (2022). Deteksi logam berat merkuri (Hg) pada air dan ikan pasca pertambangan emas di Sungai Barito Kabupaten Barito Utara. Jurnal Surya Medika, 8(3), 79–85. https://journal.umpr.ac.id/index.php/jsm/article/view/4501

Rumhayati, B. (2019). Sedimen perairan: Kajian kimiawi, analisis, dan peran. UB Press.

Safiyah, W. O. S., Sarndika, & Fitriyana. (2026). Tingkat kontaminasi dan potensi risiko ekologis logam berat besi (Fe) dan merkuri (Hg) pada sedimen di perairan Selangan Kota Bontang Kalimantan Timur. Zoologi, 4(1), 30–39. https://doi.org/10.62951/zoologi.v4i1.290

Seftiyani, D., Khairuddin, & Kusmiyati. (2024). Analysis of heavy metal mercury (Hg) content in Nile tilapia (Oreochromis niloticus) from Rawa Taliwang Lake West Sumbawa. Jurnal Biologi Tropis, 24(4), 759–767. https://doi.org/10.29303/jbt.v24i4.7852

Soegianto, A. (2023). Dampak logam berat terhadap biologi ikan. PT Nasya Expanding Management.

Thalib, D., Daud, A., & Amqam, H. (2023). Kadar merkuri dan arsen pada air laut dan ikan di Teluk Kao. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(3), 468–476. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/47193

Washington Administrative Code. (2023). Sediment cleanup standards—Cleanup screening level (CSL) (WAC 173-204-320). https://app.leg.wa.gov/wac/default.aspx?cite=173-204-320

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Amelia Wulan Palopak, Sri Seprianto Maddusa, & Woodford B. S. Joseph. (2026). Analisis Kandungan Merkuri (Hg) Pada Sedimen Dan Ikan Di Teluk Totok Kabupaten Minahasa Tenggara. VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 4(3), 272–286. https://doi.org/10.62027/vitamedica.v4i3.826

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.