Hubungan Faktor Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2025

Authors

  • Soni Kurnia Pebriyanto Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungkarang, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Linda Barus Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungkarang, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
  • Bambang Murwanto Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungkarang, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.62027/vitamedica.v4i2.698

Keywords:

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Environment, Behavior

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. According to the WHO, 40% of the world's population is at risk of dengue fever, with a significant increase in cases in the last two decades, especially in 2019. After declining during the Covid-19 pandemic, cases surged again in 2023, including in previously unaffected areas. In Indonesia, Ministry of Health data shows an increasing trend in cases, with 186,324 cases and 1,120 deaths by week 35 of 2024. Environmental factors and community behavior influence the spread of dengue-causing mosquitoes. This study aims to determine the relationship between these factors and the incidence of dengue fever in Central Lampung Regency. This study aims to determine the relationship between environmental factors and community behavior with the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Central Lampung Regency. This study is an observational analytical study using a case control study design. The research instruments used were questionnaires and observation sheets. The data analysis technique used the chi square test. From the results of the study it is known that out of 9 variables, 4 variables have a relationship with the incidence of DHF, namely the availability of container covers (p value = 0.023 <0.05), frequency of container drainage (p value = 0.001 <0.05), the presence of larvae in containers (p value = 0.006 <0.05), and respondent attitudes (p value = 0.023 <0.05). Based on research in Central Lampung Regency, of the nine variables examined, four were shown to be associated with the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Therefore, it is crucial to raise public awareness and routinely implement Dengue Prevention (PSN) or 3M, both independently and collectively. Dengue prevention needs to be carried out not only through sanctions (punishment), but also through a promotive and preventive approach involving individuals, communities, environmental policies, and supervision from relevant agencies. These efforts must be comprehensive and sustainable, involving all levels of society.

References

Akbar, H., & Maulana Syaputra, E. (2019).Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Indramayu. MPPKI (Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia): The Indonesian Journal of Health Promotion. https://doi.org/10.31934/mppki.v2i3.626.

Agus Irianto, 2004, Statistik Konsep Dasar dan Aplikasinya, Jakarta: Rineka Cipta

Ariani, Putri, Ayu.2016. “Demam Berdarah Dengue (DBD)”. Yogyakarta: Nuha Media: 116 halaman.

Dewi Yuliandari , Iskandar Arfan , Elly Trisnawati , Dedi Alamsyah , Ayu Rizky (2022). Hubungan Pengetahuan, Sikap Dengan Praktik Pencegahan DBD. Jurnal Kesehatan 15 (2) 2022, 132-137.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah, 2022. Program DBD di Kabupaten Lampung Tengah. Lampung. Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah, 2023. Program DBD di Kabupaten Lampung Tengah. Lampung. Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah, 2024. Program DBD di Kabupaten Lampung Tengah. Lampung. Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2022. Profil Kesehatan Provinsi Lampung.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 305 halaman.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2023. Profil Kesehatan Provinsi Lampung.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 326 halaman.

Ferdiansyah. 2016. Gambaran Sanitasi Lingkungan, Tempat Penampungan Air dan Keberadaan Jentik Aedes SP. Di Kelurahan Balleangin Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep. Skripsi Universitas Negeri Alaudin Makassar.

Fitrianingsih. (2019). Survey Jentik Nyamuk Dan Pemberian Bubuk Abate di Bak Mandi Warga RT 03 RW 03 Desa Mrican Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Journal Bio Education.

Haerani, D., Nurhayati, S. (2020). Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Demam Berdarah Dengue: Sebuah Studi Kasus. Buletin Kesehatan, Vol. 4 No. 2, edisi Agustus – Desember 2020: 83 – 84.

Handiny, Febry; G. Rahma, N. P. Rizyana, 2020, “Buku Ajar Pengendalian Vektor”, Ahlimedia Press, Malang, 106 halaman.

Hidayati, Itsna. Pengaruh Daya Repelensi Tanaman Zodia, Rosemary dan Sereh Wangi Terhadap Nyamuk Aedes aegypti Tahun (2018). Skripsi sarjana, Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta, Sleman.

Kementrian Kesehatan RI, 2019, (Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI), Indonesia.

Kementrian Kesehatan RI, 2024, Pedoman Pencegahan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta, 2017.

Kusumaningrum, S.A Putu Sartika. 2022. Perilaku Masyarakat Dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Dengan 3M Plus Di Wilayah Puskesmas Sukawati I Banjar Buluh. Skripsi Sarjana. Institut Teknologi dan Kesehatan. Bali.

Masturoh, Imas dan Nauri Anggita T.2018.”Metodelogi Penelitian Kesehatan” Jakarta: 307 halaman.

Nastiti, Sekar, Arin. 2021. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Klagenserut. Skripsi Sarjana. STIKES Bhakti Husada Mulia, Madiun.

Nasution, Hilya, Auni. 2018. Hubungan Faktor Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Plus Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Skripsi Sarjana. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan.

Neil Niven, 2004, Psikologi Kesehatan, Jakarta: Pustaka Nasional

Notoatmodjo, Soekidjo. (2018). Metode Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta ,Jakarta, 235 halaman.

Novitasari, L., Yuliawati, S., & Wuryanto, M. A. (2018). Hubungan Faktor Host, Faktor Lingkungan, dan Status Gizi dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kayen Kabupaten Pati, Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 6(5), 277-283.

Purnama, Sang Gede, 2016, “Buku Ajar Penyakit Berbasis Lingkungan”, Jakarta, 164 halaman.

Puskesmas Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah, 2024. Profil Puskesmas Kotagajah. Kabupaten Lampung Tengah: 32 halaman.

Rohmaini, Ema, 2017, Hubungan Antara Perilaku dan Lingkungan Terhadap Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Pujodadi Wilayah Kerja Puskesmas Pardasuka Kabupaten Pringsewu Tahun (2017). Skripsi sarjana. Politeknik Kesehatan Tanjung Karang, Lampung.

Rojali, R., & Amalia, A. P. (2020). Perilaku Masyarakat terhadap Kejadian DBD di Kecamatan Ciracas Jakarta Timur. Jurnal Kesehatan Manarang. https://doi.org/10.33490/jkm.v6i1.219. Diakses pada tanggal 5 Januari 2020.

Sari, Ulis Wahyu Purnama, 2018, Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku dengan Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Klagenserut. Skripsi sarjana. Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.

Soekidjo Notoatmodjo, 2002, Metode Penelitian Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta 2003, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta.

Sunarsih, N., & Azam, M. (2017). Hubungan Faktor Ekologi dan Sosiodemografi dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Tlogosari Wetan). Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 6(1).

Downloads

Published

2026-04-10

How to Cite

Soni Kurnia Pebriyanto, Linda Barus, & Bambang Murwanto. (2026). Hubungan Faktor Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2025. VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 4(2), 66–77. https://doi.org/10.62027/vitamedica.v4i2.698