Analisis Capaian Standar Pelayanan Minimal Program Kesehatan Jiwa Berdasarkan Pendekatan Teori Sistem di Puskesmas Tanjungwangi Kabupaten Subang

Authors

  • Indriyanti Noviyan Universitas Malahayati
  • Samino Universitas Malahayati
  • Muhammad Arifki Zainaro Universitas Malahayati

DOI:

https://doi.org/10.62027/vitamedica.v4i4.1042

Keywords:

Mental Health, SIMKESWA, SPM Achievement, Systems Theory, Tanjungwangi Public Health Center

Abstract

The achievement of Minimum Service Standards (SPM) for Severe Mental Disorders (ODGJ) services at Tanjungwangi Public Health Center significantly dropped from 67.5% in 2024 to 9.7% in 2025. Objective: To analyze the underachievement of the mental health program's SPM target based on the 5M input and POACE process framework. Methods: A qualitative research with a descriptive-evaluative approach was conducted from June to July 2026. Informants were selected using purposive sampling, including the Head of the Community Health Center, Head of Administration, Mental Health Program Coordinator, Pharmacist, cadres, and ODGJ caregivers. Data gathered via in-depth interviews, observations, and document reviews were analyzed using the Miles and Huberman model. Results: The input analysis revealed the absence of the Community Mental Health Executive Team (TPKJM), lack of clinically trained mental health personnel, and poor drug logistics management. In terms of the process, key barriers included passive case finding, lack of medication adherence tracking cards, and low digital competency regarding the SIMKESWA application. The low administrative SPM figure reflects severe underreporting rather than a lack of actual clinical service delivery. Conclusion: The low achievement of the Mental Health Program's SPM is driven by structural management deficits and suboptimal digital reporting systems.

References

Anastasia, H., Octaviani, Nurjana, M. A., Widjaja, J., Samarang, & Gunawan. (2023). Evaluasi pelayanan kesehatan jiwa di Sulawesi Tengah. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Azwar, A. (2010). Pengantar administrasi kesehatan. Binarupa Aksara.

Hasibuan, I. D., Silfani, D., Andreansyah, R., Harahap, R. S., & Auzi, S. (2024). Analisis penerapan SPM (Standar Pelayanan Minimal) bidang kesehatan pada Puskesmas Medan Tuntungan tahun 2021–2023. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5, 3004–3013.

Kamillah, B., & Oktamianti, O. (2026). Manajemen pelayanan kesehatan jamaah haji di Indonesia berdasarkan fungsi utama manajemen POACE. Jurnal Ners, 10(2), 4937–4943. https://doi.org/10.31004/jn.v10i2.56028

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI.

Maulida, A. F., Ratnawati, L. Y., & Nuryadi. (2026). Analisis efektivitas kelas ibu hamil dalam upaya peningkatan cakupan K6 berdasarkan pendekatan sistem di Puskesmas Kabupaten Bondowoso. Jurnal Ners, 10(1), 125–134. https://doi.org/10.31004/jn.v10i1.53933

Mawarni, D. (2019). Berpikir sistem untuk penguatan sistem kesehatan. Wineka Media.

Muannisa, N. F., Arso, S. P., & Nandini, N. (2022). Program layanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat dalam pencapaian Standar Pelayanan Minimal di Puskesmas Manyaran Kota Semarang. Jurnal Kesmas Khatulistiwa, 9(3). https://doi.org/10.29406/jkmk.v9i3.3186

Nuraini, I., & Rinaldi, A. (2024). Analisis penerapan Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan di Puskesmas Banjaran Kota Kabupaten Bandung tahun 2023. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(2), 1500–1508.

Pemerintah Kabupaten Subang. (2024). Peraturan Bupati Subang No. 8 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Penerapan Standar Pelayanan Minimal Tahun 2024-2027. Pemerintah Kabupaten Subang.

Pratama, A. D., & Lestari, Y. (2023). Evaluasi pengelolaan logistik obat dan perbekalan kesehatan di instalasi farmasi puskesmas. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 11(2), 145–156. https://doi.org/10.20473/jaki.v11i2.2023.145-156

Sugiyono. (2025). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Utami, S., & Wulandari, R. (2023). Hambatan implementasi sistem informasi pencatatan pelaporan terpadu puskesmas (Sipolindes/Simpus) terhadap akurasi data program kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(1), 45–54. https://doi.org/10.26553/jikm.2023.14.1.45-54

Wahyuni, S., & Raharjo, B. (2022). Peran lintas sektor dalam penanggulangan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat di wilayah kerja puskesmas. Public Health and Preventive Medicine Archive, 10(1), 33–41. https://doi.org/10.15562/phpma.v10i1.350

Downloads

Published

2026-10-01

How to Cite

Indriyanti Noviyan, Samino, & Muhammad Arifki Zainaro. (2026). Analisis Capaian Standar Pelayanan Minimal Program Kesehatan Jiwa Berdasarkan Pendekatan Teori Sistem di Puskesmas Tanjungwangi Kabupaten Subang. VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 4(4), 160–166. https://doi.org/10.62027/vitamedica.v4i4.1042

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.