Analisis Kandungan Logam Berat Arsenik (As), Timbal (Pb), Dan Kadmium (Cd) Pada Daging Ikan Di Perairan Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung

Authors

  • Natasya Nur Rezkita Gonibala Universitas Sam Ratulangi
  • Ricky C. Sondakh Universitas Sam Ratulangi
  • Diana V.D. Doda Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.62027/vitamedica.v4i3.829

Keywords:

Arsenic, Lead, Cadmium, Heavy metals, Fish, Bitung Oceanic Fishing Port

Abstract

The Bitung Oceanic Fishing Port (PPS Bitung) is one of the largest fisheries centers in Eastern Indonesia, with intensive port activities that may contribute to heavy metal contamination in surrounding waters. This study aimed to analyze the concentrations of arsenic (As), lead (Pb), and cadmium (Cd) in fish meat collected from the waters of PPS Bitung and to evaluate their safety based on the Indonesian National Standard (SNI 7387:2009). A descriptive observational design with laboratory analysis was employed. Samples consisted of squirrelfish (Holocentridae), green jobfish (Aprion virescens), and red snapper (Lutjanus malabaricus), selected using purposive sampling. Heavy metal concentrations were determined using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results showed that arsenic (As) concentrations in fish meat ranged from 0.83 to 1.43 mg/kg. Two out of three samples exceeded the maximum permissible limit established by SNI (1.0 mg/kg), while one sample remained within the acceptable range. Lead (Pb) concentrations ranged from 0.02 to 0.05 mg/kg, and cadmium (Cd) concentrations ranged from 0.008 to 0.01 mg/kg; all samples were below their respective maximum allowable limits. In conclusion, arsenic contamination detected in some fish samples from PPS Bitung may pose a potential health risk to consumers. Therefore, regular monitoring of water quality and seafood safety is recommended.

References

Anwar, A., Wonggo, D., & Mongi, E. (2022). Kandungan logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada ikan demersal di perairan pesisir Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 10(2), 45–53.

Azizah, N., & Maslahat, M. (2021). Kandungan logam berat merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd) pada ikan di Sungai Cikaniki. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 11(3), 412–420.

Badan Standardisasi Nasional. (2009). SNI 7387:2009 batas maksimum cemaran logam berat dalam pangan. Badan Standardisasi Nasional.

Caksana, A., Aritonang, D., Muliadi, M., & Sofiana, S. (2021). Analisis kandungan logam berat timbal (Pb) pada ikan di Pantai Samudra Indah. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 65–71.

Hardinoto, L., & Setyadewi, L. (2020). Analisis faktor biokonsentrasi logam berat timbal dan kadmium pada ikan di Perairan Galala Teluk Ambon. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 12(2), 377–386.

Husamah, H., & Rahardjo, T. J. (2019). Pengantar pencemaran lingkungan. UMM Press.

Irianti, S., Kuswandi, K., Nuranto, A., & Budiyatni, A. (2017). Arsenik dalam lingkungan dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 16(2), 72–80.

Junianto, J., & Shojikana, M. (2024). Kandungan logam berat pada ikan di waduk dan sungai di Indonesia: Sebuah tinjauan literatur. Jurnal Sumberdaya Perairan Indonesia, 8(1), 15–27.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 66/PERMEN-KP/2020 tentang organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis perikanan tangkap. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2022). Status lingkungan hidup Indonesia tahun 2022. KLHK.

Ledoh, M., Nitti, Y., & Ina, M. (2024). Analisis kandungan timbal (Pb) pada ikan di Perairan Pelabuhan Tenau Kupang. Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan, 7(1), 33–41.

Luckycia, L., Sulistyorini, L., Nisa, K., Arumdapta, A., & Kresnaya, K. (2025). Bioakumulasi timbal (Pb) pada ikan di berbagai sungai Indonesia: Tinjauan sistematis. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 24(1), 1–12.

Ma’rifa, N., Dewi, R., & Adriyanto, A. (2024). Analisis kandungan timbal dan arsenik pada ikan bandeng serta faktor risiko kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(2), 115–123.

Natasha, R., Pratama, D., & Pardi, P. (2024). Akumulasi logam berat pada ikan konsumsi di perairan Indonesia: Kajian risiko kesehatan. Jurnal Lingkungan dan Kesehatan, 18(3), 221–231.

Nia, R., Sasongko, A., & Rouif, M. (2025). Kandungan kadmium pada ikan pelagis di wilayah pesisir Indonesia. Jurnal Akuatik Indonesia, 11(1), 14–22.

Patang, P. (2018). Pencemaran logam berat dan bioakumulasi pada biota perairan. Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. (2025). Profil Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia. (1999). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran dan/atau perusakan laut. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia. (2001). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Pinontoan, M., Mawo, J., Dwiseli, F., & Lapian, S. (2025). Paparan kronis logam berat dan dampaknya terhadap kesehatan manusia. Jurnal Kesehatan Lingkungan Tropis, 6(1), 45–54.

Rahim, R., Aliyah, A., Bunga, N., & Kusdiah, K. (2025). Analisis kandungan timbal dan kadmium pada ikan gabus dan ikan tawes di Danau Tempe. Jurnal Perikanan Indonesia, 31(1), 66–74.

Rumoeiy, F., Umar, M., & Hadijah, H. (2022). Bioakumulasi logam berat pada biota perairan dan implikasinya terhadap kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(3), 201–210.

Srikayanti, D., & Rudiyanti, S. (2025). Kandungan kadmium pada ikan nila di Waduk Gajah Mungkur dan risiko kesehatan lingkungan. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan, 9(1), 29–38.

Suryani, S., Nur, A., Rahmasari, D., & Wirasti, W. (2024). Analisis kadar kadmium pada ikan konsumsi di pasar tradisional. Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia, 5(2), 89–96.

Thalib, M., Daud, A., & Amqam, H. (2023). Kandungan logam berat arsenik pada ikan konsumsi di wilayah pesisir Maluku Utara. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2), 101–109.

Utari, N., Astiana, W., Ginting, S., & Pradnyaswari, D. (2023). Analisis kandungan logam berat merkuri, timbal, dan kadmium pada ikan tuna berdasarkan standar mutu keamanan pangan. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 26(3), 455–464.

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Natasya Nur Rezkita Gonibala, Ricky C. Sondakh, & Diana V.D. Doda. (2026). Analisis Kandungan Logam Berat Arsenik (As), Timbal (Pb), Dan Kadmium (Cd) Pada Daging Ikan Di Perairan Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 4(3), 323–337. https://doi.org/10.62027/vitamedica.v4i3.829

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.