Gambaran Kondisi Rumah Sehat Pada Balita Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kupang Kota Tahun 2026

Authors

  • Zahwa Zuhro Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Indonesia
  • Wibowo Ady Sapta Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.62027/vitamedica.v4i2.694

Keywords:

ARI, healthy house, toddler, ventilation, occupancy density

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the main causes of morbidity and mortality among children under five years old worldwide, especially in developing countries including Indonesia. Poor housing conditions such as inadequate ventilation, high occupancy density, humidity, and insufficient lighting may increase the risk of ARI in children. This study used a descriptive observational method. The population consisted of all toddlers suffering from ARI in the working area of Kupang Kota Health Center in 2025 totaling 911 cases. The sample consisted of 91 houses of toddlers with ARI determined using the Slovin formula. The results showed that several houses of toddlers with ARI did not meet healthy housing requirements, particularly in terms of occupancy density, ventilation, humidity, and lighting. The condition of healthy housing for toddlers suffering from ARI in the Kupang Kota Health Center working area has not fully met environmental health standards.

References

Achmadi, U. F. (2020). Dasar-dasar penyakit berbasis lingkungan. Jakarta: Rajawali Press.

Aristatia, N., & Yulyani, V. (2021). Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan.

Asyari, R. F. (2021). Faktor Risiko Lingkungan Fisik Rumah Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Penapasan Akut (ISPA) Pada Balita (Literature Review).

Caniago, O., Utami, T. A., Surianto, F., Studi, P., & Keperawatan, P. S. (2022). Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus Jakarta. 6(2), 175–184.

Darnawati, Dwi Wahyu Balebu, S. N. S. (2022). Gambaran Kondisi Fisik Rumah Balita ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Kolonodale Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara. 1(September 2022).

Fakarina, F., Lu, N., Maulana, J., & Akbar, H. (2023). Faktor Risiko Kejadian ISPA pada Balita di Indonesia : Studi Literatur. Graha Medika Public Health, 2(2), 23–36.

Hardianti, S. (2021). Literature Review Hubungan Kepadatan Hunian dengan Kejadian ISPA Pada Balita. 2(2), 1111–1115.

Kesehatan, K. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan. (55).

Kursani, E., & Ramadhani. (2019). Faktor lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan.

Lestari, D., Sari, R., & Putri, A. (2020). Hubungan kelembaban rumah dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(2), 85–92.

Mahdang, P. A., Setyawan, D. A., Tarnoto, K. W., Rosyida, R. W., Kes, M., K, S. B., Maksum, T. S., & Aulia, U. (2022). Tahta Media Group (Tahta Media, Ed.). Tahta Media Group.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Organization, W. H. (2020). Pusat Pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut Berat.

Downloads

Published

2026-04-08

How to Cite

Zahwa Zuhro, & Wibowo Ady Sapta. (2026). Gambaran Kondisi Rumah Sehat Pada Balita Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kupang Kota Tahun 2026. VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 4(2), 16–25. https://doi.org/10.62027/vitamedica.v4i2.694

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.